Phase 6 · Praktik & Forensik · Modul 25
PT Cemerlang Abadi (angka ilustratif, Rp juta): F-score 8/9 — Piotroski memberi nilai hampir sempurna, tapi satu tes gagal: CFO 30.800 < laba bersih 45.240. Ditambah Altman Z′ = 2,26 (grey zone). Di modul ini kamu menghitung skor forensik lanjutan — Piotroski, Altman Z/Z′/Z″, Dechow F-score, Jones discretionary accruals, Ohlson O-score — dan belajar kapan skor "bagus" justru menyembunyikan masalah.
Klik baris mana pun. Fokus modul ini: skor forensik lanjutan — kompresi 9 tes menjadi satu angka, lalu model-model yang membaca niat di balik akrual.
Penjelasan, acuan PSAK, dan sudut forensik akan muncul di sini.
Enam skenario. Tebak arah dua ukuran per kartu — arah skor bisa menipu.
Skor playground: Skor: 0 / 12
Masukkan X1–X5 (sudah terisi angka kanonis Cemerlang), pilih varian, lalu hitung — dan baca zonanya, bukan cuma angkanya.
Cemerlang lolos 8 dari 9 tes Piotroski. Tapi tes AKRUAL gagal (CFO 30.800 < NI 45.240), Altman Z′ 2,26 di grey zone, dan M-score −1,65 nyaris melewati batas −1,78. Tulis pandanganmu dari tiga lensa.
Tulis dulu jawabanmu di atas — baru buka panel ini. Centang yang sudah kamu penuhi:
Lensa investasi: F-score 8/9 = fundamental kuat — TAPI satu tes yang gagal adalah tes akrual, dan itu justru tes terpenting bagi Cemerlang. Piotroski mengukur kekuatan umum; ia tidak tahu bahwa 32% laba belum jadi kas. Dengan Altman grey (Z′ 2,26, angka modul) sebagai pendamping, vonis saya: TIDAK beli di Rp5.600 (ilustratif). Kualitas laba buruk + risiko distress = kombinasi yang tidak layak dibayar mahal. Margin of safety yang saya butuhkan: harga yang mencerminkan skenario buruk, bukan skor 8.
Lensa kredit: Z′ 2,26 grey, D/E 1,52x, coverage 5,14x — profil “bisa pinjam, harus diawasi”. Tiga covenant saya: (1) leverage: D/E ≤ 1,75x; (2) likuiditas: current ratio ≥ 1,8x + DSO ≤ 75 hari; (3) kualitas: dividen hanya bila CFO/NI > 0,8x. Covenant ketiga inilah yang menjerat masalah sebenarnya — bukan leverage-nya.
Lensa forensik: skor agregat 8 menutupi 1 tes gagal — seperti nilai rapor yang menutupi satu mata pelajaran merah. Tiga cek lanjutan: (1) akrual 14.440 — rinci jadi Δpiutang, Δpersediaan, Δutang: mana yang paling mencurigakan?; (2) DSO 73 hari — tren 8 kuartal, bukan 2 tahun; (3) M-score −1,65 yang nyaris −1,78 — hitung ulang dengan angka kuartalan, bukan tahunan. Satu hal yang membunuh tesis “F-score 8 = aman”: bila tes akrual gagal DUA tahun berturut-turut — maka “fundamental kuat” itu dibangun di atas laba kertas, dan skor 8 adalah rata-rata yang menipu.
Contoh di atas bukan kunci jawaban — ia menunjukkan bentuk jawaban yang lolos rubrik: vonis + angka + risiko + tiga lensa. Nilai sendiri: berapa dari 4 checklist yang tercentang di jurnalmu?
5 soal · lulus ≥80% untuk lanjut ke Modul 26.