Phase 8 · Analisis Bank · Modul 30

Sehat di Kertas, Sehat Beneran?

BANK ILUSTRATIF — PT Bank Nusantara Fiktif (seluruh angka fiktif untuk pembelajaran): aset Rp85.000 miliar, kredit Rp60.000 miliar, DPK Rp68.000 miliar, CAR 22,1%, NPL gross 2,8% dengan coverage 145%, dan Rp3.200 miliar kredit restrukturisasi warisan COVID. Di modul ini kamu membaca bank seperti analis kredit — CAMELS, staging ECL PSAK 109 (71), dan jembatan angka yang harus cocok sampai rupiah terakhir.

A · CAMELS Explorer: Bedah Bank per Huruf

Klik baris mana pun. Tiga lensa kerja di tiap baris — kredit (berani meminjamkan?), investasi (layak dibeli sahamnya?), forensik (angkanya bisa diverifikasi?). Semua angka ilustratif (fiktif): yang penting bukan besarnya, melainkan cara angka-angka itu saling mengunci.

Klik salah satu baris CAMELS ↑

Penjelasan, acuan regulasi/PSAK, dan tiga lensa akan muncul di sini.

B · Playground: Skenario Bank — Naik atau Turun?

Enam skenario analis bank. Tebak arah dua ukuran per skenario.

Skor playground: Skor: 0 / 12

C · Lab Rasio: Hitung Seperti Analis Bank

Empat perhitungan analis bank — LDR, CAR, NPL net, coverage. Hitung dari petunjuknya, lalu nilai: angkanya saling mengunci?

D · Case: "Mini Credit View: Bank Nusantara Fiktif"

Kamu analis kredit. Data ilustratif PT Bank Nusantara Fiktif: CAR 22,1%, NPL gross 2,8%, NPL net 0,9%, coverage 145%, CASA 58%, LDR 88,2%, NIM 5,2%, CIR 62% — tetapi ada Rp3.200 miliar restrukturisasi legacy dan Rp5.500 miliar Stage 2. Tugasmu: tulis mini credit view — vonis kredit ringkas — dari tiga lensa. Analis yang baik tidak mengagumi satu rasio; ia menguji apakah seluruh ceritanya konsisten.

Belum ada catatan.
Tulis dulu, lalu bandingkan

Rubrik self-check

Tulis dulu jawabanmu di atas — baru buka panel ini. Centang yang sudah kamu penuhi:

Contoh jawaban model

Lensa investasi: bank ilustratif ini MENARIK di permukaan: ROE 20,0%, NIM 5,2% (tebal untuk bank), CAR 22,1% (jauh di atas minimum), NPL net 0,9% (bersih) — seluruh angka ilustratif modul. Yang menggangguku: restrukturisasi legacy Rp3.200 miliar dan Stage 2 Rp5.500 miliar (ilustratif) — “bersih” hari ini bisa kotor besok. Keputusan: beli HANYA bila harga mencerminkan risiko migrasi Stage 2 — NPL 0,9% adalah foto, Stage 2 adalah film yang akan datang.

Lensa kredit: sebagai calon pembeli obligasi — kekuatan: CAR 22,1% + coverage CKPN 145% (ilustratif) = buffer ganda; risiko yang perlu covenant: Stage 2 Rp5.500 miliar bisa menjadi NPL kapan saja. Covenant yang saya minta: NPL net ≤ 2%, CAR ≥ 18%, dan pembatasan dividen bila Stage 2 > 8% total kredit. Kesimpulan: layak dengan harga yang tepat — obligasi bank sekuat ini jarang default, tapi spread harus membayar risiko migrasi.

Lensa forensik: verifikasi jembatan 2,8% → 0,9% → 145% (ilustratif): yang terverifikasi — aritmetika agregatnya (net = gross − CKPN); lubang terbesar — angka agregat tidak menunjukkan vintage: NPL 0,9% bisa berisi kredit yang direstrukturisasi berulang agar tidak naik stage; data tambahan yang saya minta — migrasi stage 8 kuartal + daftar 20 debitur terbesar. Satu hal yang membunuh tesis “bank ini bersih”: bila Rp5.500 miliar Stage 2 ternyata terkonsentrasi di 3 grup usaha — maka “diversifikasi” adalah ilusi dan NPL 0,9% hanyalah jeda.

Contoh di atas bukan kunci jawaban — ia menunjukkan bentuk jawaban yang lolos rubrik: vonis + angka + risiko + tiga lensa. Nilai sendiri: berapa dari 4 checklist yang tercentang di jurnalmu?

E · Quiz & Gerbang

5 soal · lulus ≥80% untuk membuka Modul 31.