Phase 8 · 3-Statement Modeling · Modul 31
PT Cemerlang Abadi (base 2025: angka KANONIS persis): kamu membangun forecast 2026 yang ILUSTRATIF dari enam building blocks — revenue drivers, margin, working capital, capex, debt schedule, dan circularity bunga. Aturan mainnya keras: NI = PBT − pajak, A = L + E, dan CFO = NI + dep + ΔWC — semuanya harus cocok sampai rupiah terakhir. Model yang tidak terartikulasi bukan model, melainkan tebakan berformat Excel.
Klik baris mana pun. Setiap blok = satu asumsi eksplisit dengan angka 2026-nya. Tiga lensa bekerja di sini: investasi (tuas valuasi & kerapuhan asumsi), kredit (kualitas kas & leverage), dan forensik (di mana asumsi 'tetap' bisa menyembunyikan masalah).
Asumsi, angka, dan catatan tiga lensa akan muncul di sini.
Enam skenario vs base 2026 (NI 53.695, CFO 70.735). Tebak arah dua ukuran per skenario — laba bersih dan CFO.
Skor playground: Skor: 0 / 12
Empat perhitungan forecast 2026. Hitung — lalu nilai: model ini sehat atau rapuh?
Model 2026 ini terartikulasi sempurna — dan justru itu jebakannya. Artikulasi ≠ kebenaran: enam asumsi 'tetap' (growth +12%, GM 35%, DSO/DIO/DPO tetap, capex 50.000, utang flat, bunga flat) adalah enam tempat model bisa salah dengan rapi. Tugasmu: temukan titik rapuhnya dari tiga lensa, dan tulis di jurnal — asumsi mana yang kamu potong duluan sebelum memakai NI 53.695 untuk keputusan.
Tulis dulu jawabanmu di atas — baru buka panel ini. Centang yang sudah kamu penuhi:
Lensa investasi: model memproyeksi NI 53.695 (+18,7% vs 2025) dan CFO 70.735 (angka modul, ilustratif) — asumsi paling rapuh: GM dipertahankan 35% SEMENTARA DSO/DIO/DPO diasumsikan tetap, padahal ketiganya sedang memburuk. Uji sensitivitas yang saya jalankan: GM −2 poin → NI turun ~12.000 (hitungan saya: 2% × 598.000 penjualan proyeksi); DSO +10 hari → CFO turun ~16.000. Margin of safety: potong 25% dari NI proyeksi sebelum membayar — bayar untuk 40.000, bukan 53.695.
Lensa kredit: D/E 1,24x dan coverage 5,92x (ilustratif) terlihat membaik — tapi kerapuhannya: utang bank flat 141.440 adalah ASUMSI, bukan jadwal. Skenario yang bikin covenant jebol: penjualan hanya +5% (bukan +15%) sementara capex tetap → CFO jatuh, DSCR < 1,2x. Mitigasi saya: covenant diuji atas angka aktual (bukan proyeksi), plus cash sweep bila CFO < 90% proyeksi dua kuartal berturut-turut.
Lensa forensik: model “menghindari” circularity dengan asumsi utang tetap — nyaman, tapi juga menyembunyikan: bila kas kurang, utang PASTI naik (dunia nyata tidak “flat”). Asumsi paling mencurigakan: DSO/DIO/DPO “tetap” — tiga rasio yang justru menjadi red flag modul M4/M11. Angka yang saya cek ulang: penjualan proyeksi 598.000 vs kapasitas — dari mana +15% bila piutang sudah macet? Langkah berikut: jalankan skenario “kas nyata” — biarkan utang menyeimbangkan, dan lihat D/E hasilnya. Satu hal yang membunuh tesis model ini: bila circularity dihidupkan dan D/E melejit ke > 2x — maka “perbaikan” rasio hanyalah artefak asumsi.
Contoh di atas bukan kunci jawaban — ia menunjukkan bentuk jawaban yang lolos rubrik: vonis + angka + risiko + tiga lensa. Nilai sendiri: berapa dari 4 checklist yang tercentang di jurnalmu?
5 soal · lulus ≥80% untuk menuntaskan Phase 8.