Phase 8 · Credit Deep-Dive · Modul 33

Uangnya Kembali, atau Tidak?

PT Wira Kencana (perusahaan FIKTIF — seluruh angka ilustratif): bank diminta menambah fasilitas Rp150.000 juta padahal EBITDA-nya turun 20%, DSCR-nya 0,74x, dan rumor PKPU beredar. Di modul ini kamu berpikir seperti analis kredit — metodologi rating, model Merton/KMV, distress & PKPU, dan project finance — lalu menulis rekomendasi kredit mini: approve, conditional, atau decline.

A · Credit Explorer: Empat Lensa Analis Kredit

Klik baris mana pun. Empat tabel: metodologi rating (matriks business risk × financial risk; skala nasional PEFINDO idAAA–idD), Merton/KMV (ekuitas sebagai call option — intuisi, tanpa kalkulus berat), distress & PKPU Indonesia (UU 37/2004 + waterfall recovery yang dihitung), dan project finance (DSCR, LLCR, cash waterfall). Klaim metodologi berlabel sumbernya.

Klik salah satu baris kredit ↑

Penjelasan, sumber metodologi, dan sudut analis kredit akan muncul di sini.

B · Playground: Sinyal Naik atau Turun?

Enam skenario kredit. Tebak arah dua ukuran per skenario.

Skor playground: Skor: 0 / 12

C · Lab Ukur: Hitung Seperti Analis Kredit

Empat perhitungan cepat: DSCR, recovery rate, LLCR, dan notching. Semua angka ilustratif.

D · Case: "Wira Kencana: Tambah Fasilitas?"

PT Wira Kencana (FIKTIF) mengajukan tambahan fasilitas modal kerja Rp150.000 juta. Data ilustratif: EBITDA 102.000 → 81.600 (−20%); debt service tahunan 110.000 → DSCR 0,74x; peringkat ilustratif idBBB− (outlook negatif); agunan tanah & mesin meng-cover 120% dari fasilitas; rumor PKPU dari kompetitor (belum terverifikasi). Tugasmu: tulis rekomendasi kredit mini — APPROVE, CONDITIONAL, atau DECLINE — dari tiga lensa.

Belum ada catatan.
Tulis dulu, lalu bandingkan

Rubrik self-check

Tulis dulu jawabanmu di atas — baru buka panel ini. Centang yang sudah kamu penuhi:

Contoh jawaban model

Lensa investasi: JUAL. Obligasi subordinasi idBBB (ilustratif) di harga 82 terlihat murah — tapi di skenario stres, waterfall hanya memberimu maksimal 40% (EV ilustratif 260.000 − senior 200.000 = sisa 60.000 untuk klaim 150.000). Harga 82 membayar 82 untuk aset yang skenario buruknya bernilai 40 — tidak ada margin of safety. Katalis yang saya tunggu (dan tidak datang): DSCR kembali > 1,2x ATAU rumor PKPU terbantahkan resmi. Keputusan: jual ke pasar yang masih percaya rating idBBB−.

Lensa kredit: DECLINE untuk tambahan fasilitas 150.000 (ilustratif) — atau CONDITIONAL yang sangat ketat. DSCR 0,74x berarti kas tidak menutup cicilan bahkan SEBELUM fasilitas baru; EBITDA −20% (102.000 → 81.600, ilustratif) menunjukkan tren, bukan kecelakaan. Bila komite memaksa conditional, 2 syarat saya: (1) covenant DSCR ≥ 1,1x diuji kuartalan + cash sweep 100% kelebihan kas; (2) agunan ditambah hingga 150% + personal guarantee direksi. Tanpa keduanya: decline mentah-mentah.

Lensa forensik: sebelum komite — data yang saya cek ke sumber primer: akta agunan (apakah 120% itu nilai likuidasi atau appraisal optimis?) + rekening koran (apakah EBITDA 81.600 didukung kas masuk?). Hitungan yang saya recompute: DSCR dari laporan arus kas (bukan dari EBITDA manajemen) dan waterfall dengan EV yang saya stres −30%. Satu temuan yang membuat saya menolak mentah-mentah: bila rumor PKPU terkonfirmasi lewat pengadilan niaga — maka bukan cuma DSCR yang jebol, melainkan seluruh struktur klaim masuk ke rezim hukum. Satu hal yang membunuh tesis “masih bisa diselamatkan”: PKPU + waterfall 40% = obligasi subordinasi hampir pasti haircut.

Contoh di atas bukan kunci jawaban — ia menunjukkan bentuk jawaban yang lolos rubrik: vonis + angka + risiko + tiga lensa. Nilai sendiri: berapa dari 4 checklist yang tercentang di jurnalmu?

E · Quiz & Gerbang

5 soal · lulus ≥80% untuk menuntaskan Phase 8.