Phase 9 · Revenue Deep-Dive · Modul 34
PT Surya Nusa (perusahaan FIKTIF — seluruh angka ilustratif): menjual 1 unit alat + jasa instalasi + garansi extended 2 tahun seharga Rp120.000 juta, kas diterima penuh di muka. Manajemen ingin mencatat Rp110.000 juta sebagai pendapatan kuartal ini — "kan kasnya sudah masuk?" Di modul ini kamu membedah model lima langkah PSAK 115 (dulu 72) / IFRS 15, aset vs liabilitas kontrak, principal vs agent — dan di langkah mana angka bisa "disulap", dengan pola yang sama seperti Kasus 1 (Garuda) dan Kasus 2 (Enron) di Case Files.
Klik baris mana pun. Lima tab = lima langkah pengakuan pendapatan menurut PSAK 115 (dulu 72), efektif 1 Jan 2020, mengadopsi IFRS 15 — plus satu tab konsep kunci (contract asset vs receivable vs contract liability, principal vs agent). Setiap baris membawa sudut forensik: langkah mana yang disalahgunakan, dan muncul di angka seperti apa.
Penjelasan, sumber standar, dan sudut forensik/investasi/kredit akan muncul di sini.
Enam skenario forensik pendapatan. Tebak arah dua ukuran per skenario.
Skor playground: Skor: 0 / 12
Empat perhitungan cepat: alokasi harga transaksi, DSO, cash conversion, dan pendapatan garansi. Dua memakai angka kanonis PT Cemerlang Abadi, dua memakai contoh ilustratif Surya Nusa.
PT Surya Nusa (FIKTIF) — kontrak Rp120.000 juta (alat + instalasi + garansi 2 tahun), kas diterima penuh di muka 1 Jan. Alokasi yang benar: alat 88.889 (diakui 15 Feb), instalasi 13.333 (diakui 31 Mar), garansi 17.778 (diakui 740,74/bulan selama 24 bulan). Manajemen mengusulkan alokasi alat 110.000 agar "Q1 terlihat kuat" (+23,75% vs yang benar). Bandingkan dengan Case Files: Kasus 1 (Garuda) dan Kasus 2 (Enron) sebelum menulis. Tugasmu: tulis analisismu dari tiga lensa.
Tulis dulu jawabanmu di atas — baru buka panel ini. Centang yang sudah kamu penuhi:
Lensa investasi: penyesuaian saya ke forecast: revenue 2026 = 109.630, BUKAN 120.000 versi manajemen (angka ilustratif modul) — selisih 10.370 adalah garansi extended yang baru boleh diakui seiring waktu (PSAK 115 langkah 5: over time). Alokasi yang benar: alat 88.889 + instalasi 13.333 + garansi 17.778 (SSP 135.000, ilustratif). Valuasi saya turun proporsional — dan multiple saya kenakan ke 109.630, bukan ke angka Q1 yang dipoles. Satu pertanyaan untuk earnings call: “Berapa SSP garansi tahun lalu, dan kenapa berubah tahun ini?”
Lensa kredit: covenant berbasis EBITDA dengan versi manajemen (110.000 diakui Q1 — angka modul, ilustratif) lolos tipis = lolos palsu. Keputusan: CONDITIONAL. Dua covenant yang saya tulis ulang: (1) “pendapatan” = kas diterima + piutang berumur < 90 hari (bukan revenue akuntansi); (2) larangan mengakui > X% kontrak tahunan dalam satu kuartal tanpa opini auditor. Agunan informasi: kontrak pelanggan + bukti serah terima.
Lensa forensik: tiga bukti untuk menguji “alat sudah diserahkan, kas sudah masuk”: berita acara serah terima bertanda tangan pelanggan, mutasi kas (bukan cuma invoice), dan konfirmasi ke pelanggan. Langkah PSAK 115 paling mungkin dilanggar: langkah 2 & 5 — kewajiban tidak dipisah (agar semua diakui point-in-time) dan pengakuan over-time dipercepat. Pola 4 kuartal ke depan: Q1 melonjak lalu Q2–Q4 lesu (pola Garuda/Mahata di Case Files). Satu hal yang membunuh tesis “ini cuma beda timing”: contoh curang modul — alokasi alat dipatok 110.000 (bukan 88.889), pendapatan Q1 melonjak +23,75% tanpa satu rupiah kas — bila SSP “diestimasi” ulang tiap tahun, ini rekayasa.
Contoh di atas bukan kunci jawaban — ia menunjukkan bentuk jawaban yang lolos rubrik: vonis + angka + risiko + tiga lensa. Nilai sendiri: berapa dari 4 checklist yang tercentang di jurnalmu?
5 soal · lulus ≥80% untuk menuntaskan Phase 9.