Phase 9 · Konsolidasi & NCI · Modul 35
PT Induk Nusantara (perusahaan FIKTIF — seluruh angka ilustratif) mengendalikan 80% PT Anak Berkah. Laba konsolidasian tercatat Rp42.000 juta — tapi Rp2.400 juta milik pihak lain, dan EPS yang benar dihitung dari Rp39.600 juta, bukan 42.000. Di modul ini kamu membangun laporan konsolidasian dari nol: kapan konsolidasi vs metode ekuitas vs biaya (PSAK 110 & PSAK 228), membaca split "pemilik vs NCI" seperti analis profesional, mengeliminasi transaksi intra-grup — lalu menulis verdict dari tiga lensa.
Klik baris mana pun. Empat tabel: metode pencatatan — persen di sini PRESUMSI AWAL, bukan aturan (kontrol >50% → konsolidasi penuh PSAK 110; pengaruh signifikan 20–50% → metode ekuitas PSAK 228; <20% → aset keuangan), split NCI (cara membaca "diatribusikan kepada pemilik / kepentingan nonpengendali" di laporan real), eliminasi intra-grup (penjualan, dividen, laba belum direalisasi, utang-piutang), dan sudut forensik (value leaking ke NCI). Semua angka ilustratif (Rp juta).
Penjelasan, dasar standar, dan sudut tiga lensa akan muncul di sini.
Enam skenario grup. Tebak arah dua ukuran per skenario.
Skor playground: Skor: 0 / 12
Empat perhitungan cepat: NCI atas laba, NCI atas ekuitas, laba pemilik, dan goodwill. Semua angka ilustratif (Rp juta).
PT Induk Nusantara (FIKTIF) melaporkan laba konsolidasian Rp42.000 juta. Data ilustratif: kepemilikan 80% atas PT Anak Berkah (laba 12.000, ekuitas 108.000); NCI atas laba 2.400 → laba pemilik 39.600; saham beredar 80 juta lembar (ilustratif) → EPS benar Rp495 (vs Rp525 bila salah basis). Tugasmu: pecah splitnya sendiri, hitung EPS dua basis, lalu tulis verdict — dari tiga lensa.
Tulis dulu jawabanmu di atas — baru buka panel ini. Centang yang sudah kamu penuhi:
Lensa investasi: EPS yang saya pakai = Rp495 dari laba PEMILIK 39.600 ÷ 80 juta saham (angka ilustratif modul) — BUKAN dari laba “bersih” 42.000 yang mencakup porsi NCI. Pemegang saham induk hanya berhak atas 39.600. Bila NCI di-buyout 100%: laba pemilik naik ke 42.000 (EPS → Rp525, hitungan saya) TAPI kas keluar untuk buyout — cek harganya: bayar > nilai wajar = transfer ke NCI. Keputusan: TUNGGU — valuasi di Rp495 wajar, tidak murah; beli hanya bila buyout dilakukan di harga wajar dan terbukti akretif.
Lensa kredit: D/E yang saya pakai = TANPA NCI di ekuitas (ekuitas pemilik saja). Alasan: 100% utang anak masuk konsolidasian, tapi ekuitas NCI 21.600 bukan milik induk. D/E “dengan NCI” terlihat lebih ringan dan itu ilusi. Satu covenant terkait NCI: dividen anak ke NCI dibatasi bila DSCR grup < 1,2x — kas grup tidak boleh bocor ke minoritas saat kreditur belum aman. Keputusan: conditional.
Lensa forensik: basis angka yang saya kutip: PEMILIK (39.600), bukan total (42.000) — sumber: baris “diatribusikan kepada pemilik entitas induk” (pelajaran dari Case Files Garuda: label dan angka harus satu basis). Satu transaksi yang saya uji: penjualan anak ke induk — marginnya wajar vs pihak ketiga, atau laba digeser ke entitas yang NCI-nya kecil? Satu temuan yang membuat saya menolak mentah-mentah: NCI dibeli 2x nilai buku sementara dividen anak dinaikkan sebelum buyout — itu tunneling berkedok korporasi. Satu hal yang membunuh tesis “grup ini solid”: arus kas anak tidak pernah naik ke induk (terjebak di NCI) — maka konsolidasi hanyalah kertas.
Contoh di atas bukan kunci jawaban — ia menunjukkan bentuk jawaban yang lolos rubrik: vonis + angka + risiko + tiga lensa. Nilai sendiri: berapa dari 4 checklist yang tercentang di jurnalmu?
5 soal · lulus ≥80% untuk menuntaskan Modul 35.