Tools · Output profesional

Red-Flag Memo Builder.

Lensa forensik punya outputnya sendiri. Builder ini membantumu menyusun red-flag memo yang disiplin: tiap temuan = observasi + angka dikutip + pertanyaan investigasi — lengkap dengan urgensi, bukti sumber, batasan, dan tindak lanjut.

"A red flag is a question. Not a conviction." — aturan editorial FSA Lab. Memo ini investigasi, bukan dakwaan.

Contoh di tiap section memakai PT Cemerlang Abadi (FIKTIF, kanonis) — ilustratif, bukan angka real.

Bahasa memo:

Indonesia untuk berpikir, Inggris untuk portofolio. Tulis versi Indonesia dulu — kolom Inggris hanya cermin terjemahan.

Impor dari drill

Impor menghemat pengetikan, tidak menggantikan penalaran. Yang diimpor = teks lensa forensik + emiten dari drill-mu. Pertanyaan investigasi, urgensi, bukti, dan tindak lanjut wajib kamu tulis sendiri.

Tidak ada drill yang selesai → mode manual. Selesaikan Bedah Sendiri atau ujian dulu untuk mengimpor.

S1 · Header

Form, bukan narasi. Memo forensik tanpa as-of date = gosip.

Cara buat: isi sekali di awal; semua angka di section lain WAJIB memakai satuan S1. Hal penting: sumber filing + periode menentukan apa yang boleh disimpulkan. Batasan: header bukan tempat opini. Contoh: PT Cemerlang Abadi (FIKTIF) · FY2024 auditan · as-of 4 Nov 2026 · Rp juta · konsolidasian · sumber: LK auditan hal. 1–150.
  • as-of date terisi
  • periode + status audit dinyatakan
  • satuan konsisten
  • sumber filing terisi

S2 · Daftar red flags

Tiap flag = observasi + angka dikutip + PERTANYAAN investigasi (wajib ada tanda tanya) + urgensi. Red flag tanpa pertanyaan = vonis. Site menolak flag tanpa tanda tanya.

Cara buat: mulai dari angka yang janggal, bukan dari kecurigaan. Rumus: "Saya melihat X (angka, sumber). Pertanyaannya: ...?" Hal penting: urgensi = seberapa cepat perlu DISELIDIKI, bukan seberapa yakin itu fraud. Batasan: jangan pernah menulis vonis ("terbukti fraud", "manipulasi", "curang") — site memberi peringatan. Contoh: Observasi — "Restitusi pajak naik 3,2x menjadi Rp406 M di tahun laba naik 53% (Cat. 32, hal. 87)." Pertanyaan — "Apakah restitusi ini one-off administratif atau ada sengketa pajak yang belum diungkap?" Urgensi — investigate.
  • tiap flag ada observasi + angka dikutip
  • tiap flag ada PERTANYAAN (tanda tanya)
  • tiap flag ada sumber
  • tiap flag ada urgensi

S3 · Bukti pendukung per flag

Satu baris bukti per flag: halaman/catatan sumber + apa yang ditemukan di sana. Memo tanpa jejak sumber = opini kosong.

Cara buat: untuk tiap flag di S2, catat di mana pembaca bisa memverifikasi sendiri. Hal penting: "hal. 87" lebih meyakinkan daripada "lihat LK". Contoh: Flag #1 → Catatan 32 hal. 87: tabel restitusi Rp406 M; bandingkan dengan Catatan pajak tahun lalu hal. 81.
  • tiap flag punya ≥1 bukti bersumber halaman

S4 · Yang sudah dicek & hasilnya

Tunjukkan kerjamu. Investigasi yang baik mencatat juga jalan buntu — itu bukti ketelitian, bukan kegagalan.

Cara buat: tiap baris = apa yang dicek → hasilnya (termasuk "tidak ditemukan / tidak diungkapkan"). Hal penting: "sudah dicek dan bersih" sama berharganya dengan temuan. Contoh: "Rekonsiliasi kas akhir BS vs arus kas → cocok persis Rp21.440 (hal. 1 & 6). | Cek transaksi pihak berelasi Cat. 37 → nihil di 2024."
  • ≥1 baris pengecekan tercatat
  • hasil jalan buntu pun dicatat

S5 · Batasan memo

Apa yang TIDAK bisa disimpulkan dari memo ini. Kejujuran tentang batasan = kredibilitas.

Cara buat: nyatakan minimal 1 batasan eksplisit: keterbatasan data, periode, akses, atau keahlian. Hal penting: memo tanpa batasan dibaca sebagai kepastian — padahal ini investigasi awal. Contoh: "Memo ini hanya membaca LK auditan publik; tidak mencakup verifikasi lapangan, wawancara manajemen, atau data internal. Tidak dapat menyimpulkan niat (intent) dari pola angka."
  • ≥1 batasan dinyatakan eksplisit

S6 · Tindak lanjut yang disarankan

Tiap tindak lanjut menjawab pertanyaan flag yang mana. Investigasi tanpa next step = arsip mati.

Cara buat: konkret dan terukur: apa yang dilakukan, ke flag nomor berapa, dan kapan dianggap selesai. Hal penting: "pantau" tanpa trigger = bukan tindak lanjut. Contoh: "Minta klarifikasi IR soal restitusi pajak (Flag #1); selesai bila ada penjelasan tertulis. Pantau Catatan pajak di Q1 2026: bila restitusi terulang, naikkan urgensi ke escalate."
  • ≥1 tindak lanjut
  • tiap tindak lanjut merujuk nomor flag

Checklist publikasi

Tombol salin TERKUNCI sampai 5 hard-gate lolos. Soft checklist = peringatan, tidak mengunci.

      "Checklist ini cermin, bukan sertifikat."

      Memo tersalin ✓ — tempel ke dokumenmu.