Modul 38 dari 38
Phase 10 · Interim Mechanics · Modul 38
Dua analis berdebat soal "pertumbuhan Q2" sebuah bank. Yang satu menunjuk angka Rp290.000 juta di laporan interim dan berkata "Q2 meledak". Yang satu mengoreksi: "Itu enam bulan, bukan tiga bulan." Keduanya benar-benar membaca laporan yang sama — dan keduanya salah paham hal yang sama: laporan interim itu kumulatif. Di modul ini kamu belajar mekaniknya — PT Cemerlang Abadi (perusahaan FIKTIF — seluruh angka ilustratif) merilis interim Q2 2026: revenue H1 Rp290.000 juta, Q1 Rp135.000 juta. Berapa revenue Q2? Gampang: 155.000. Tapi berapa "kas Q2"? Berapa "margin Q2"? Berapa NIM annualisasi bank? Di sinilah analis junior gugur — dan kamu tidak akan.
Klik baris mana pun. Empat tabel: cover & periode (YTD vs standalone, audited vs unaudited), IS & arus kas (yang BOLEH dikurangkan), jebakan stock (yang TIDAK BOLEH), dan interim bank (NIM, NPL, CAR). Semua angka ilustratif (Rp juta).
Penjelasan, jebakan umum, dan sudut tiga lensa akan muncul di sini.
Enam klaim derivasi. Untuk tiap klaim, jawab: dapat atau tidak diturunkan via H1−Q1?
Skor playground: Skor: 0 / 6
Enam perhitungan: derivasi Q2, NIM annualisasi, margin Q2 dari komponen, jebakan stock, annualisasi naif vs wajar. Semua angka ilustratif (Rp juta).
PT Cemerlang Abadi (FIKTIF) merilis interim Q2 2026 (tidak diaudit, ilustratif): revenue H1 Rp290.000 juta (Q1 135.000 → Q2 155.000, +14,8% QoQ); laba bersih H1 26.000 (Q1 11.000 → Q2 15.000, +36,4%); net margin Q2 9,68% vs Q1 8,15%; kas naik 2.560 selama H1. Narasi manajemen: "momentum kuat". Tugasmu: turunkan angka Q2 sendiri, hitung ulang rasionya, kalibrasi bobot (unaudited!), lalu tulis verdict — dari tiga lensa.
Tulis dulu jawabanmu di atas — baru buka panel ini. Centang yang sudah kamu penuhi:
Lensa investasi: Q2 tumbuh riil di level aktivitas: revenue 155.000 (+14,8% QoQ dari 135.000) dan NI 15.000 (+36,4% dari 11.000) — keduanya saya turunkan sendiri via H1−Q1 dengan basis selaras (angka ilustratif modul). Margin Q2 9,68% saya hitung ulang dari komponen (15.000 ÷ 155.000), BUKAN dari selisih margin. Tapi: interim ini unaudited — angka bisa direvisi di audit tahunan, jadi saya tidak membayar premi valuasi hari ini. Satu hal yang membunuh tesis "momentum kuat": bila kenaikan margin ternyata efek musiman satu kuartal (bukan perbaikan struktural), tesisnya runtuh — saya butuh Q3 untuk konfirmasi. Keputusan: TUNGGU.
Lensa kredit: kas naik 2.560 selama H1 — saya pakai sebagai sinyal likuiditas, TAPI saya tidak mengklaim "kas Q2" (tidak valid: stock). Untuk memo kredit saya hanya memakai angka H1 apa adanya + tren, dan covenant tetap saya patok ke angka audited tahunan, bukan interim. Keputusan: conditional — fasilitas jangka pendek boleh jalan, komitmen jangka panjang menunggu audited.
Lensa forensik: tiga verifikasi sebelum percaya: (1) basis selaras — cek catatan: ada restatement Q1? akuisisi tengah tahun? bila ya, derivasi Q2 saya batal; (2) konsistensi internal — NI Q2 15.000 vs CFO Q2 (turunkan dari arus kas): bila laba melonjak tanpa kas, itu akrual; (3) satu temuan yang membuat saya menolak mentah-mentah: "pertumbuhan Q2" yang seluruhnya berasal dari satu transaksi non-rutin di Juni (window dressing akhir kuartal) — saya minta rincian pendapatan per bulan. Thesis testing: bukti penguat = kas mengikuti laba; bukti pematah = revisi audit memangkas >10% laba H1.
Contoh di atas bukan kunci jawaban — ia menunjukkan bentuk jawaban yang lolos rubrik: vonis + angka + risiko + tiga lensa. Nilai sendiri: berapa dari 4 checklist yang tercentang di jurnalmu?
5 soal · lulus ≥80% untuk menuntaskan Modul 38.