Modul 36 dari 37
Phase 10 · Stock-Based Compensation & EPS · Modul 36
PT Teknologi Maju (perusahaan FIKTIF — seluruh angka ilustratif) melaporkan laba Rp60.000 juta dengan 200 juta saham beredar → basic EPS Rp300. Tapi ada 24 juta opsi karyawan yang menunggu dieksekusi, dan beban kompensasi saham Rp3.000 juta per tahun yang tak pernah menyentuh kas. EPS yang jujur = Rp283, bukan 300 — dan P/E 21,2x, bukan 20,0x. Di modul ini kamu mencatat beban SBC (PSAK 102, dulu 53), menghitung saham dilutif dengan treasury stock method (PSAK 233, dulu 56), lalu menulis verdict dari tiga lensa.
Klik baris mana pun. Empat tabel: jurnal SBC (kapan beban diakui, PSAK 102 — dulu PSAK 53), WASO (rata-rata tertimbang saham beredar), treasury stock method (dari 24 juta opsi ke 12 juta saham dilutif), dan dampak ke multiples (P/E 20,0x vs 21,2x). Semua angka ilustratif (Rp juta).
Penjelasan, dasar standar, dan sudut tiga lensa akan muncul di sini.
Enam skenario opsi & saham. Tebak arah dua ukuran per skenario.
Skor playground: Skor: 0 / 12
Empat perhitungan cepat: beban SBC tahunan, basic EPS, diluted EPS (treasury stock method), dan FCFE dengan add-back SBC. Semua angka ilustratif (Rp juta).
PT Teknologi Maju (FIKTIF) melaporkan basic EPS Rp300. Data ilustratif: laba 60.000 (setelah beban SBC 3.000/thn dari fair value 9.000 vesting 3 tahun); WASO 200 juta (190 + 20×6/12); 24 juta opsi @ 200, harga pasar rata-rata 400 → proceeds 4.800 → buyback 12 juta → saham dilutif 12 juta → diluted shares 212 juta → diluted EPS Rp283 (drag Rp17); harga saham 6.000 → P/E 21,2x (vs 20,0x basic); FCFE 31.500 (CFO 55.000 − capex 25.000 + net borrowing 1.500). Tugasmu: hitung sendiri rantai dilusinya, pilih basis EPS untuk valuasi, lalu tulis verdict — dari tiga lensa.
Tulis dulu jawabanmu di atas — baru buka panel ini. Centang yang sudah kamu penuhi:
Lensa investasi: EPS yang saya pakai = Rp283 diluted (laba 60.000 ÷ 212 juta saham, angka ilustratif modul) — BUKAN basic Rp300. Alasan: 24 juta opsi karyawan adalah klaim nyata atas ekuitas; treasury stock method hanya menetralkan 12 juta di antaranya. P/E yang jujur di harga 6.000 = 21,2x, bukan 20,0x — selisih 6% ini premi yang tak terlihat di screener. Untuk DCF: saya add-back beban SBC 3.000 ke arus kas TAPI memakai 212 juta saham sebagai penyebut nilai per saham — lupa salah satu = salah dua arah. Keputusan: TUNGGU — di 21,2x valuasi tidak murah untuk pertumbuhan yang sebagian didanai dilusi; beli hanya bila harga turun ke level P/E diluted ≤ 18x atau perusahaan menghentikan grant baru.
Lensa kredit: Beban SBC 3.000 non-kas menaikkan agio tiap tahun tanpa kas masuk — saya mengeluarkan akumulasi agio SBC dari ekuitas saat hitung D/E konservatif, karena itu bukan modal disetor tunai. Satu covenant yang saya minta: penerbitan opsi baru > 5% saham beredar per tahun butuh persetujuan kreditur, dan buyback untuk menetralkan dilusi dibatasi bila DSCR < 1,5x — kas debitur tidak boleh dipakai menambal dilusi saat kreditur belum aman. Keputusan: conditional.
Lensa forensik: basis EPS yang saya kutip: DILUTED (Rp283), sumber: hitungan treasury stock method modul dari catatan opsi. Satu hal yang saya uji: strike price vs harga pasar — ada 24 juta opsi @ 200 saat harga 400; opsi out-of-the-money lain di catatan (strike 500) hari ini anti-dilutif tapi aktif saat harga reli. Satu temuan yang membuat saya menolak mentah-mentah: repricing opsi eksekutif tepat sebelum rilis kinerja bagus + beban SBC dikeluarkan dari “adjusted EPS” setiap kuartal — itu kompensasi yang disembunyikan dari pemegang saham. Satu hal yang membunuh tesis “perusahaan ini efisien”: SBC 3.000/tahun tanpa buyback penyeimbang = pemegang saham lama didilusi ≈5,7% nilai per saham setiap tahun.
Contoh di atas bukan kunci jawaban — ia menunjukkan bentuk jawaban yang lolos rubrik: vonis + angka + risiko + tiga lensa. Nilai sendiri: berapa dari 4 checklist yang tercentang di jurnalmu?
5 soal · lulus ≥80% untuk menuntaskan Modul 36.